Depan arrow Kesehatan arrow Puskesmas arrow Pajarakan
Puskesmas Pajarakan

pajarakan1.jpg

Puskesmas Rawat Inap Pajarakan

Puskesmas Pajarakan merupakan pusat pelayanan kesehatan masyakarat yang terletak di Kecamatan Pajarakan yang telah resmi menjadi puskesmas perawatan sesuai dengan SK Bupati Probolinggo sejak bulan Maret tahun 2008. Sejak dioperasionalkannya puskesmas ini menjadi puskesmas perawatan, puskesmas Pajarakan beralih fungsi. Yang sebelumnya hanya melaksakan perawatan jalan, sejak saat itu sudah bisa melakukan perawatan inap.

Menurut dr. Hariawan Dwi Tamtomo Kepala Puskesmas Pajarakan, meski sudah bisa melakukan perawatan inap namun hanya bisa melaksanakan rawat inap tingkat I (satu). Yaitu maksimal rawat inapnya 3 hari, jika melebihi jangka waktu itu maka paien akan dirujuk kerumah sakit. Selain itu pasien hanya ditangani oleh dokter umum bukan dokter spesialis, pelayanan kesehatannya adalah tingkat dasar, seperti diare, typus, gangguan saluran pencernaan dan bukan penyakit kompilasi yang tidak memerlukan pelayanan spesialis.

pajarakan2.jpg  pajarakan3.jpg

Beberapa pelayanan di Puskesmas Pajarakan

Sebagai puskesmas perawatan, puskesmas ini memiliki sarana dan prasarana yang mendukung, seperti 2 ruang inap dengan 5 bed di masing-masing ruangan, ruang UGD, 1 orang dokter, 4 tenaga perawat dan tenag administrasi, serta sarana perawatan gawat darurat seperti oksigen dan obat-obatan.

Sarana itu sudah mumpuni untuk melakukan perawatan inap kelas III. Mengenai tarif, sesuai dengan perda no 12 tahun 2005 tarif pasien umum yang dirawat inap adalah Rp. 50.000,- namun sejak 1 Oktober 2008 tarif turun yaitu Rp. 20.000,- setiap hari. Dengan fasilitas 3 kali makan, perawatan setiap hari, visite dokter sesuai kebutuhan medis.

Pajarakan5.jpgPuskesmas Pajarakan tidak menarik pungutan bagi pasien Askes Pegawai maupun Askeskin, namun biayanya akan diklaimkan kepada pihak askes. Pelayanan kepada pasien askespun tidak dibedakan, sama halnya dengan pasien umum. Hanya saja ada jenis obat-obatan yang tidak menjadi tanggungan askes.

Untuk alur pelayanan di puskesmas ini, pasien awalnya masuk di (Unit Gawar Darurat) UGD terlebih dahulu, di tangani medis dan dilakukan pemeriksaan. Dilihat tingkat keparahan pasien, apakah pasien itu harus dirawat inap, atau hanya rawat jalan atau bahkan harus di rujuk ke rumah sakit.

Jika pasien harus dilakukan perawatan inap, pihak puskesmas harus menyiapkan segala sesuatunya, seperti kesiapan ruangan dan bednya. Jika terpenuhi semua, pasien siap untuk inapkan, namun sebelumnya pasien harus stabil terlebih dahulu. Jika ruangan tidak mampu menampung maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

Pajarakan4.jpgSejak dioperasikannya pelayanan ranap inap ini, data menunjukkan sedikitnya 3 - 5 pasien tiap harinya pasien yang dirawat inap di puskesmas ini. Namun untuk pasien umum, data pada tahun 2008 pasien yang berobat di puskesmas Pajarakan mencapai 24.156 pasien.

Namun demikian dr. Hariawan menjelaskan masih adanya kendala dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang masih minimal, yaitu sarana bangunan atau tempat yang belum memadai. “Semoga kedepan kita bisa kembangkan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain sebagai Puskesmas perawatan, Puskesmas yang beralamat di jl. Raya pajarakan blok rondo kuning, tepatnya di desa Panambangan ini juga merupakan salah satu dari 2 puskesmas di Kabupaten Probolinggo yang bisa melakukan Modus Operasi Pria (MOP) atau alat kontrasepsi untuk pria / vasektomi.

Program yang merupakan kerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Probolinggo ini sudah berjalan sejak tahun 2007 lalu. Fasilitas dan SDM yang dimilikinya pun secara pribadi dimiliki oleh puskesmas ini.

Ada 6 set alat operasi yang dimiliki, seperti Klem Li, Klem Fliksasi, gunting, obat-obatan dan beberapa kebutuhan operasi lainnya. Karena memiliki 6 set jadi bisa mengoperasi MOP 6 orang sekaligus. Untuk SDM nya, puskesmas Pajarakan tidak perlu mendatangkan tenaga ahli dari rumah sakit, karena puskesmas ini sudah memiliki dokter dan perawat yang memiliki sertifikat vasektomi dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Khusus untuk pelayanan Vasektomi, dilakukan pelayanan setiap hari selasa. Hingga saat ini, menurut dr. Hariawan yang juga memiliki sertifikat vasektomi ini, sudah 46 akseptor MOP yang dilayaninya.
Inovasi lain yang dikembangkan adalah puskesmas ini menjalankan Sistem Menejemen Puskesmas Secara Elektronik (SIMPRUSTON), yaitu sistem menejemen secara elektronik yang bisa diakses oleh bagian-bagian lain dalam internal puskesmas.

Pajarakan8.jpgSejak pasien melakukan pendaftaran awal, data sudah dientri dan masuk dalam data base komputer, data ini bisa di akses oleh pengguna komputer di unit puskesmas yang lain. Kemudahannya adalah antar unit tidak perlu melakukan laporan langsung secara tertulis kepada unit lainnya, dan keamanan datanya terjamin serta akurat.

Bahkan sistem pemeriksaan pasienpun yang biasanya menggunakan pangilan secara manual, namun tidak lagi di puskesmas pajarakan panggilan pasienpun sudah melalui elektronik. Seperti di bank, maupun tempat pembayaran tagihan telepon seluler.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Copyright © 2009 Website Kabupaten Probolinggo
Bagian Komunikasi dan Informatika Setda Kabupaten Probolinggo
Redaksi : Jalan Raya Dringu 901 Dringu Probolinggo Jatim 67271
Telp: 0335-421294 Fax: 0335-420604 - email : Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya