Depan arrow Catatan Media Massa arrow Jaring Asmara, Sidak Harga Tembakau
Jaring Asmara, Sidak Harga Tembakau Cetak E-mail
KRAKSAAN - Masa panen tembakau di Kabupaten Probolinggo rupanya mengundang perhatian khusus bagi anggota DPRD Jawa Timur asal PPP, Mahdi. Buktinya, beberapa hari setelah dilantik, dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa petani tembakau, kemarin (8/9).

Sidak sebagai salah satu upaya melakukan jaring aspirasi masyarakat (jaring asmara) itu dilakukan sekitar pukul 09.00. Tidak sendiri, dia bersama Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur.

Disbunhut diwakili oleh Kepala Bidang perkebunan Yulis Setia Ningsih. Lalu, Seksi Usaha Tani Suyitno dan Sutidjo Hadi. Dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD V) dan Seksi UPTD VI Iskandar.

Awalnya rombongan mendatangi rumah salah satu petani di Desa Kalikajar, Paiton. Di tempat itu mereka banyak bertanya tentang perkembangan harga tembakau. Dari perbincangan itu Mahdi menyampaikan, ke depan petani tembakau harus lebih mandiri. Juga memahami cara menanam tembakau yang berkualitas.

Rombongan lantas menemui Ketua Kelompok Tani Cahaya, Eko Yulianto di Kotaanyar. Mahdi pun menanyakan perkembangan harga tembakau. "Kalau di sini harga tembakau sudah stabil pak," kata Eko.

Eko menjelaskan, saat ini harga tembakau paling tinggi setiap kilogramnya mencapai Rp 26 ribu - Rp 27 ribu. "Itu sudah harga di petani. Belum harga gudang. Dan harga yang paling rendah untuk satu kilogramnya Rp 20 ribu," katanya.

Menurutnya, harga itu lebih tinggi daripada tahun lalu. "Dulu harga tembakau Rp 23 - Rp 24 ribu. Itu harga paling tinggi. Sekarang ini para petani sudah sangat untung. Hanya yang mahal itu ongkos wira-wirinya," katanya.

Keterangan Eko dibenarkan Kepala Unit Gudang PT Gudang Garam Boy Jhonatan. Mahdi yang mendatangi pabrikan Gudang Garam mendapat penjelasan bahwa saat ini harga tembakau cukup stabil.

"Kedatangan saya hanya ingin meninjau dan menampung aspirasi. Sebagai wakil rakyat kami punya kewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat. Makanya kami datangi PT Gudang Garam ini," terang Mahdi begitu berjumlah Boy.

Boy sendiri menuturkan, harga tembakau itu saat ini cukup stabil. "Kalau Gudang mengambilnya satu kilogram Rp 29 ribu. Itu tertinggi. Kalau harga terendah senilai Rp 22 ribu satu kilogramnya. Petani sudah sangat diuntungkan," jelas Boy.

Gudang Garam sendiri menurut Boy menargetkan pembelian sebanyak 2 ribu ton tembakau. "Itu yang harus kami beli. Saya kira itu sudah luar biasa. Kami sendiri kalau tidak penuh tidak akan tutup. Sebab sekarang ini tidak ada panen raya," lanjutnya.

Usai sidak Mahdi menuturkan, apa yang menjadi harapan petani sudah terjawab. "Harga tembakau sudah luar biasa naiknya. Semoga petani tidak resah lagi. Apalagi hampir lebaran banyak sekali kebutuhan masyarakat," tuturnya. Selanjutnya, hasil sidak itu menurut Mahdi akan dibawa ke FPP untuk diperjuangkan di Jawa timur. (rb)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Copyright © 2009 Website Kabupaten Probolinggo
Bagian Komunikasi dan Informatika Setda Kabupaten Probolinggo
Redaksi : Jalan Raya Dringu 901 Dringu Probolinggo Jatim 67271
Telp: 0335-421294 Fax: 0335-420604 - email : Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya