Kanpora-PSSI Adakan Kursus Pelatih Sepakbola Lisensi D Nasional

Email Cetak

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU
– Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Probolinggo mengadakan kursus pelatih sepakbola lisensi D Nasional mulai 22 hingga 27 Februari 2013. Secara resmi kursus ini dibuka oleh Kepala Kanpora Kabupaten Probolinggo R. Tjatur Nyoto Rijanto, Jum’at (22/2) sore.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Sekretaris Pengcab PSSI Kabupaten Probolinggo Nur Ali Husin dan Hanafi dari Pengprov PSSI Jawa Timur.

Kursus ini diikuti oleh seluruh klub Liga Pendidikan Indonesia (LPI) serta anggota Divisi Utama dan Divisi I Pengcab PSSI Kabupaten Probolinggo. Selain itu ada pula peserta yang berasal dari luar daerah mulai dari Surabaya, Gresik, Mojokerto, Kediri hingga Mataram.

“Kursus pelatih sepakbola lisensi D Nasional ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan SDM dari pelatih yang ada di Kabupaten Probolinggo agar mampu melatih anak didiknya baik yang berada di kompetisi internal Pengcab PSSI Kabupaten Probolinggo maupun liga nasional PSSI,” ungkap Kasi Pengembangan Keolahragaan pada Kanpora Kabupaten Probolinggo Chalid Abubakar.

Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin dari Pengcab PSSI Kabupaten Probolinggo. KONI sendiri mempunyai tanggung jawab untuk membina cabang olahraga (cabor) yang ingin meraih prestasi melalui kucuran dana.

“Dalam proses pembinaannya, KONI tidak serta merta memberikan dananya begitu saja. Tetapi pelaksanaan dana tersebut kita evaluasi setiap tahun. Bagi cabor yang tidak bisa meningkatkan prestasinya, maka KONI akan mengurangi dana anggarannya dan sebaliknya,” ungkap Ugas.

Menurut Ugas, dengan adanya kursus pelatih sepakbola lisensi D nasional ini berarti PSSI sudah menggerakkan kinerjanya dalam rangka meningkatkan SDM pelatih. Oleh karenanya, peserta diminta untuk bisa mengikuti sekaligus memahami apa yang disampaikan oleh instruktur.

“Kursus pelatih sepakbola lisensi D Nasional ini mempunyai peranan yang strategis dengan raihan prestasi sepakbola di masa yang akan datang. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat dalam upaya memajukan sepakbola di Kabupaten Probolinggo,” harap Ugas.

Sementara Hanafi dari Pengprov PSSI Jawa Timur mengungkapkan pada awalnya untuk memulai karir sebagai pelatih bukan berdasarkan lisensi nasional tetapi lisensi AFC. Namun dengan berbagai alasan, akhirnya AFC mengijinkan adanya lisensi nasional. Sebab jika mengacu pada lisensi AFC, maka sangat sulit pelatih Indonesia untuk mendapatkan sertifikat.

“Harapannya dari tingkat dasar nantinya bisa memulai karir sebagai pelatih sepakbola. Kuncinya harus aktif, efektif dan menunjukkan kemampuan dengan akredilitas tinggi sehingga bisa lulus semua,” ujar Hanafi.

Menurut Hanafi, seorang pelatih sepakbola harus mampu menyeimbangkan antara praktek dan teori di lapangan. Sebab kebanyakan selama ini pelatih Indonesia lemah dalam hal teori. “Paling tidak pelatih mampu menguasai IPTEK. Ketertinggalan kita ada di kualitas pelatih. Hal itu harus terus kita perbaiki melalui kursus semacam ini,” terang Hanafi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Pengcab PSSI Kabupaten Probolinggo Nur Ali Husin. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sebuah kesempatan bagi pelatih sepakbola untuk memperoleh sertifikat. “Manfaatkan kursus ini dengan semaksimal mungkin agar bisa lulus dan mendapatkan sertifikat dengan menjadi pelatih yang memiliki lisensi D nasional,” ungkap Nur Ali.

Sedangkan Kepala Kanpora Kabupaten Probolinggo R. Tjatur Nyoto Rijanto mengatakan bahwa unsur yang dapat mempererat kebangsaan adalah sepakbola. Sebab sepakbola bukan hanya sekedar bermain saja, tetapi juga ada nilai nasionalismenya yang tinggi.

“Bicara tentang kebangsaan embrionya berasal dari daerah yang diawali dari anak usia dini. Kanpora, KONI dan Pengcab PSSI Kabupaten Probolinggo telah melakukan komitmen untuk meningkatkan SDM tenaga keolahragaan khususnya pelatih sepakbola,” ujar Tjatur.

Menurut Tjatur, lisensi D nasional tidak mudah untuk didapat. Butuh biaya yang sangat besar sekitar Rp. 3 juta per orang dan itupun belum tentu lulus dengan baik. Kesadaran untuk menjadi pelatih harus diimbangi dengan penguasaan antara praktek dan teori.

“Praktek tanpa teori tidak bisa menjabarkan dengan baik kepada anak didiknya. Teori tanpa praktek maka lucu. Oleh karena itu, praktek dan teori harus dikuasai dengan betul,” jelas Tjatur.

Dikatakan Tjatur, kursus ini merupakan peluang untuk meningkatkan status kepelatihan secara berjenjang. Ini adalah awal untuk menentukan perjalanan berikutnya. “Keberadaan pelatih ini dinantikan dan dibutuhkan oleh anak didik. Peluang ini menjadikan seorang pelatih sangat dibutuhkan oleh anak didik yang ingin menimba ilmu sepakbola,” jelas Tjatur.

Oleh karenanya Tjatur meminta agar kursus tersebut dapat diikuti dengan seksama dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab ini merupakan kesempatan emas memulai karir pelatih sepakbola dan tidak ada kesempatan kedua. Setelah itu, ilmu yang didapat dikembangkan secara mandiri serta dijalani dengan cermat dan disiplin.

“Jika menjadi seorang pelatih sepakbola, ada 4 modal yang harus dimiliki. Yaitu, ide, gagasan, kreativitas dan inisiatif. Selanjutnya kepercayaan dan menciptakan komunikasi dengan baik serta konsisten terhadap komitmen menjadi pelatih,” pungkas Tjatur. (wan)

Teks Foto : Kepala Kanpora R. Tjatur Nyoto Rijanto saat membuka kursus pelatih sepakbola lisensi D nasional

 
ANDA BERADA DI: Depan Arsip Berita Kanpora-PSSI Adakan Kursus Pelatih Sepakbola Lisensi D Nasional

Login Webmail

Email
Kata Sandi

Redaksi Website

Bagian Kominfo Setda Kab. Probolinggo

  • Jalan: Raya Dringu 901 Probolinggo
  • Tel: +62335 421291
  • Fax: +62335 421292
  • Email: redaksi@probolinggokab.go.id
  • Website: Kab. Probolinggo